Menu

9 Easy Ways to Live Sustainably

Salah satu kesalahpahaman terbesar mengenai sustainability adalah jumlah pengorbanan yang diperlukan untuk terjun ke hidup sustainable sehari-hari. Sebaliknya, ada banyak cara untuk mulai hidup sustainable yang tidak mengharuskan Anda untuk hidup sepenuhnya tanpa kemewahan, yang, jujur ​​saja, adalah salah satu rintangan mental terbesar untuk dilewati.

Kami telah menyusun sembilan kebiasaan yang dapat Anda gabungkan dengan mudah ke dalam kehidupan sehari-hari yang dapat menguntungkan pikiran, dompet, dan tentu saja, Bumi.

Investasi dalam clean beauty

Clean beauty bukan hanya tentang produk kecantikan vegan yang bebas dari kekejaman dengan bahan-bahan organik dan bersumber dari etika. Ini juga tentang produk yang dikemas dalam kemasan yang dapat didaur ulang, dikompos, atau dapat digunakan kembali! Cara murah dan mudah untuk memulai kebiasaan kecantikan yang bersih? Cobalah menukar tisu rias sekali pakai dan kapas untuk kain muslin lembut.

Pilih kemasan isi ulang

Mengurangi kemasan plastik dan memilih kemasan yang terbuat dari gelas mungkin tampak sebagai pilihan yang lebih baik. Lagipula, bukankah kaca tidak hanya dapat didaur ulang tetapi juga terbuat dari bahan-bahan alami dan tidak beracun? Sayangnya, ketika menyangkut pengangkutan produk, berat kaca bisa menjadikannya pilihan yang kurang ramah lingkungan. Semakin berat suatu beban, semakin banyak energi yang diperlukan untuk memindahkannya, yang berarti menghasilkan lebih banyak emisi karbon dan biaya untuk mengangkutnya.

Solusi kami? Pilih untuk membeli packaging isi ulang, bukan produk kemasan. Atau pilih opsi kemasan yang ringan, seperti aluminium atau tebu atau bambu yang dapat diperbarui.

Katakan tidak untuk limbah sekali pakai

Sekarang memesan takeaway sudah menjadi jauh lebih mudah dari sebelumnya. Betul, menggunakan peralatan sekali pakai seperti halnya plastik dan juga container makanan memang nyaman dan praktis, but at what cost to the environment? Melansir artikel Kompas.com mengenai survei yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Oseanografi dan Pusat Penelitian Kependudukan LIPI mengenai ‘Dampak PSBB dan WFH Terhadap Sampah Plastik di Kawasan Jabodetabek’, telah terjadi peningkatan limbah plastik di kala pandemi terutama yang diakibatkan oleh melonjaknya aktivitas belanja online masyarakat.

Untungnya khususnya bagi warga Jakarta, saat ini pemerintah telah menjalankan peraturan yang melarang penggunaan plastik sekali pakai, jadi kita bisa mulai membiasakan diri untuk hidup lebih ramah lingkungan. Jadi jangan lupa juga untuk selalu mempersiapkan diri dengan tas belanjaan yang dapat digunakan kembali, menyisih alat makanan plastik saat memesan makanan, dan sebisa mungkin usahakan untuk membawa wadah Anda sendiri yang dapat digunakan kembali ketika membeli takeaway dari kedai kopi terdekat. 

Cobalah pengomposan

Bagi mereka yang memiliki green fingers, tingkatkan keterampilan berkebun Anda dengan menggunakan kompos buatan rumah! Guna pengomposan adalah untuk menguraikan sisa makanan dan limbah Anda menjadi tanah yang kaya nutrisi – dan jangan khawatir, prosesnya tidak semenjijikan yang dibayangkan. Dengan pengomposan, Anda bisa menggunakan ujung sayur yang tidak diinginkan, kulit buah, kulit telur, kantong teh, dan bubuk kopi dan mengubahnya menjadi tanah kuat yang akan disukai tanaman Anda.

Beli bahan makanan yang sudah ditentukan sebelumnya

Tanpa disadari, sering kita menemukan diri belanja bahan makanan lebih banyak dari yang sebenarnya dibutuhkan. Kebiasaan buruk biasanya tidak hanya berujung keborosan secara finansial namun juga jadi banyak bahan makanan yang terbuang sia-sia. Nah, untuk mensiasati hal ini, ada baiknya untuk Anda membeli bahan makanan yang sudah ditentukan sebelumnya. Sebagai salah satu upayanya, Anda bisa memulai dengan mengganti pola belanja bahan makanan terutama fresh produce, misalnya dari satu bulan sekali menjadi dua minggu sekali atau bahkan setiap minggu. Memang hal tersebut dapat terdengar boros, namun kebiasaan kita memborong banyak bahan makanan saat berlanja dalam kurun waktu yang lebih lama bisa menjadi jauh lebih boros apabila ujung-ujungnya tidak terpakai dan terbuang. Dengan melakukan ini Anda dapat lebih merencanakan apa yang ingin dimasak dan perkiraan jumlahnya sesuai kebutuhan, and ultimately be more efficient with your spending!

Pertimbangkan untuk menyewa

Fase cepat bergantinya tren pada fast fashion, telah mengubah lingkungan hidup kita menjadi gurun tekstil. Untungnya, sekarang Anda tidak harus berpamitan mengenakan pakaian baru yang trendi hanya untuk menyelamatkan lingkungan. Dengan menyewa pakaian, Anda dapat menjadi bagian dari gerakan circular fashion, di mana umur setiap baju yang kamu miliki dapat digunakan to its fullest potential!

Cobalah menyewa dengan rencana berlangganan kami, mulai dari IDR 290,000/bulan!

Beli pakaian pre-loved

Membeli pakaian “baru”, bukan berarti harus baru. Karena menemukan barang pre-loved yang masih dalam kondisi bagus juga dapat memberikan kepuasan memiliki pakaian “baru” kok. Malah dengan membeli pre-loved, tidak hanya Anda dapat membantu memperpanjang umur penggunaan pakaian tersebut, pengalaman shopping pun menjadi lebih  guilt free!

Donasi atau jual barang yang tidak digunakan

One man’s trash is another man’s treasure — dan di dunia fashion, sampah juga bisa berarti pakaian yang tidak terpakai namun masih dalam kondisi bagus! Do your part for both society and the environment, dengan menyumbangkan pakaian Anda yang tidak digunakan untuk yang kurang beruntung, atau, jika Anda mau, berikan kepada teman dan keluarga Anda yang lebih membutuhkan!

Perbaiki, bukan ganti

Hanya karena retsleting rusak bukan berarti Anda harus membuang pakaian atau tas desainer favorit Anda. Dengan mengirim barang-barang Anda untuk diperbaiki dengan penuh kasih oleh seorang penjahit profesional atau ahli restorasi, Anda meningkatkan masa pakai barang-barang fashion Anda, dan menjaga mereka agar tidak memasuki tempat pembuangan sampah sebelum waktunya.


Dengan mendisiplinkan diri dengan 9 kebiasaan di atas, sustainable living pun akan lebih mudah tercapai. Jadi, Anda mau mulai dari mana?

No Comments

    Leave a Reply

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

    %d bloggers like this: